Calon Gubernur Banten 2011
Siapakah calon gubernur banten 2011 yang jujur, amanah, berani dan Sholeh? Jawabannya hanya Satu dialah Kyai Haji Jazuli Juwaeni. Calon Gubernur Banten 2011 terdiri dari 3 pasangan, namun dari ketiga pasangan tersebut hanyalah Pasangan Calon Gubernur NO.3 lah yang Insyaallah memiliki Integritas antara Keimanan, Profesionalisme dan Kerakyatan.
Calon Gubernur Banten 2011 yang satu ini (JAZULI JUWAENI) merupakan koalisi keummatan masyarakat Banten yang rindu akan kesejahteraan, bebas dari Korupsi dan Penindasan, bebas dari kemaksiatan dan beas dari Kebodohan.
Dengan misi mengemban Amanah Allah dan Rakyat, maka pasangan calon Gubernur Banten 2011 ini, Insyaallah akan membuktikan kiprahnya di periode yang akan datang. Walaupun hanya diusung oleh 4 partai koalisi dan Forum Masyarakat Peduli Banten, namun pasangan calon Gubernur Banten 2011 ini optimis akan mendapat dukungan dari lebih 50% warga Banten baik yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan.
Masyarakat Banten sudah bosan dengan permainan politisi yang membosankan yang mengatasnamakan rakyat, dan lain sebagainya. Masyarakat Banten sudah mulai faham bahwa sebuah negara, wilayah hanya akan maju dan berkembang dibawah pemimpin yang Sholeh dengan tingkat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan yang mengikuti Sunnah Rosulullah SAW.
KH Jazuli Juwaini, L.C., M.A, salah seorang ulama-politisi asal Banten, menilai peran ulama muncul sebagai jawaban atas hilangnya fungsi politik tradisional. Berikut kutipan dari apa yang disampaikan oleh calon Gubernur Banten 2011, Jazuli Juwaeni :
“Dalam konteks politik seperti itulah, yakni ketika kontrol negara melemah akibat berbagai kisruh politik dan peperangan, rakyat Banten mulai berhadapan langsung dengan kolonial. Ketika kesultanan masih berfungsi baik, perlawanan menghadapi kolonial dimediasi oleh negara, dalam hal ini kesultanan. Oleh karena itu, kita menemukan adanya gerakan-gerakan perlawanan swadaya yang lahir langsung dari rakyat dalam bimbingan dan pimpinan ulama,” demikian pendapat Jazuli.
Ujung dari kisah perlawanan heroik ini berakhir dengan ditangkapnya KH Wasid. Pada 28 Juli 1888, KH Wasid dieksekusi mati oleh pemerintah kolonial. Sementara beberapa ulama lain dibuang ke berbagai daerah. Peristiwa Geger Cilegon dan kematian KH Wasid menunjukkan kenyataan ulama sebagai pemimpin pergerakan rakyat Banten.
“Kematian KH Wasid pada 28 Juli dan Geger Cilegon adalah peristiwa yang patut diperingati__sebagai ingatan bersama mengenai peran ulama bersama rakyat dalam memberikan perlawanan kepada kekuasaan yang menindas,” tutup Jazuli.
Jazuli berpandangan bahwa masa depan Banten tak dapat dilepaskan dari sejarah masa lalunya, dimana tonggaknya dipancangkan oleh ulama. Ulama berada di posisi terdepan perjuangan rakyat Banten. Dalam sejarah Banten, ulama dan rakyat selalu berada pada satu barisan. Ulama menyuntikkan kekuatan moral pada rakyat untuk berjuang mendapatkan kebebasan. Demikian juga sebaliknya, rakyat menyimpan kepercayaan dan keyakinan penuh pada sosok ulama.
“Di Banten, ulama dan rakyat satu. Ulama, jatuh bangun berjuang bersama rakyat. Keduanya tak pernah terpisahkan,” tegas Jazuli menutup pembicaraan.

No comments:
Post a Comment